KEPERCAYAAN
PELANGGAN
TERHADAP
TENAGA PENJUAL DAN PERUSAHAAN
(Kajian Berbasis Literatur)
Oleh : Robiyanto
1.
Pendahuluan
Dewasa ini
semakin banyak perusahaan yang memfokuskan diri untuk mengembangkan hubungan
yang saling menguntungkan dengan konsumennya maupun dengan organisasi yang lain
bahkan dengan pekerjanya. Hal terpenting yang harus diperhatikan guna meraih
tujuan jangka panjang tersebut adalah mengembangkan dan menjaga kepercayaan.
Penekanan terhadap kepercayaan dapat diterapkan pada berbagai organisasi,
termasuk organisasi yang menjual produknya ke pada industri, konsumen akhir dan
lembaga-lembaga pemerintah serta lembaga non pemerintah.
Dari perspektif intuitif, kepercayaan antara pembeli, penjual
dan pihak-pihak yang melakukan transaksi seperti produsen, dapat menunjang
pengembangan hubungan jangka panjang. Keahlian dalam membina hubungan baik dapat memiliki pengaruh nyata
pada kinerja bisnis melalui perhatian konsumen, kesetiaan pekerja dan hasil-hasil
yang relevan dengannya. Kepercayaan
yang tinggi memungkinkan perusahaan memfokuskan diri pada hubungan, yang dapat
secara nyata meningkatkan daya saing dan mengurangi biaya produksi.
2.
Kepercayaan (Pelanggan)
Konsep
kepercayaan telah dijelaskan secara konseptual dan secara empiris, terutama
pada konteks penelitian antara personal dan antar kelompok. Sebagai istilah
yang sering kali dipakai dalam bahasa sehari-hari, tidak nampak adanya definisi
tunggal dari kepercayaan, yang ada hanyalah definisi yang secara umum dapat
diterima. Kategori
pertama melihat kepercayaan sebagai ciri-ciri perorangan atau tanggapan yang
ditujukan pada sosialisasi dan sebagai fungsi dari lingkungan khusus dari
kehidupan seseorang. Rotter (1963) dalam
Donney dan Cannon (1997) dalam konseptualisasi awalnya,
menggambarkan kepercayaan sebagai harapan umum yang dapat dinyatakan dalam
kata-kata, janji, baik lisan maupun tertulis di mana orang lain dapat
bersandar. Pada kategori kedua, kepercayaan dipandang sebagai perilaku yang
beriko yang dievaluasi atas dasar situasi per situasi oleh individu. Kategori
ketiga menggambarkan kepercayaan sebagai pandangan awal dari individu terhadap
orang lain atau kelompok, suatu persepsi di mana keberadaan orang lain amatlah
membantu, dapat bekerja sama dan jujur. Konseptualisasi ini menekankan hubungan
antar kelompok.
Literatur di bidang pemasaran juga menyediakan beberapa
definisi dari kepercayaan, mungkin yang paling mewakili dalam mencoba melihat
dan mengkonseptualisasikan kepercayaan adalah konsep yang dikemukakan oleh
Hosmer (1995). Dengan memandang teori konseptualisasi organisasional dan bidang
ilmu lain, Hosmer (1995) mengemukakan definisi sebagai berikut:
Kepercayaan adalah ketergantungan seseorang, kelompok ataupun
perusahaan terhadap kewajiban yang secara sukarela menjadi bagian dari orang
lain, kelompok atau perusahaan untuk
mengakui dan melindungi hak, kepentingan dan hal-hal lain yang berkaitan dalam
usaha bersama maupun pertukaran ekonomi.
Meskipun pendekatan definisional lain dapat saja diterapkan
pada transaksi bisnis, penelitian ini menghadirkan perspektif yang diajukan
oleh Hosmer (1995). Dwyer dan Lagace (1986) mengembangkan suatu kerangka pikir
dari hubungan kepercayaan bisnis. Dalam kerangka pikir ini, setiap pihak
cenderung untuk mempercayai berdasarkan pengalaman langsung dengan pasangan
bisnisnya dan bersifat situasional. Pengalaman ini diposisikan untuk mempengaruhi persepsi
pembeli (penjual) untuk adil, jujur dan bekerja sama. Persepsi ini sejalan
dengan kepribadian seseorang, mempengaruhi pembeli (penjual) untuk cenderung
mempercayai penjual (pembeli). Ketika kecenderungan untuk mempercayai antara
pembeli dan penjual mulai dapat dipertimbangkan, maka beberapa bentuk hubungan
muncul, yaitu tingkat kepercayaan skala tinggi yang saling menguntungkan,
tingkat kepercayaan skala rendah yang saling menguntungkan, dan campuran
keduanya. Lebih lanjut, pembeli dan penjual akan cenderung untuk terus
membangun tingkat kepercayaan ini.
Model lain dalam hubungan kepercayaan di bisnis telah
dikembangkan dan diuji oleh Holden (1990). Analisis ini mengindikasikan bahwa
variabel tenaga penjual (kepribadian tenaga penjual, taktik menjual, orientasi
terhadap konsumen, dan keahlian) dan variabel perusahaan (kualitas produk,
pelayanan pelanggan, orientasi pelanggan dan keahlian) memiliki hubungan
positif dengan kepercayaan terhadap tenaga penjual dan kepercayaan terhadap
perusahaan.
Hasilnya mengindikasikan bahwa baik kepercayaan terhadap
penjual maupun kepercayaan terhadap perusahaan memiliki hubungan positif dengan
pembelian berdasarkan kesetiaan dan negosiasi yang kooperatif. Fundamental
untuk membangun hubungan di pemasaran adalah elemen dari kepercayaan, yang mana
menjamin pembeli dan penjual (Morgan dan Hunt, 1994).
Dwyer et al. (1986) telah mengembangkan kerangka pemikiran dalam membangun
kepercayaan dalam hubungan bisnis. Kerangka pikir mereka, , menyarankan bahwa
hubungan tersebut berevolusi melalui lima tahapan sebagai berikut: (1)
kesadaran, (2) penjajakan, (3) pengembangan, (4) komitmen, dan kelima disolusi.
Setap tahap melibatkan berbagai jenis dan tingkat interaksi,
pengalaman langsung dan saling ketergantungan. Sebagai contoh, dalam tahap
penjajakan, proses daya tarik, komunikasi dan tawar menawar, pengembangan norma
dan pengembangan harapan menjadi penentu dalam kepercayaan. Penjajakan
berlanjut setelah pembelian awal dari suatu produk dan jasa yang menjanjikan
kinerja di masa mendatang.
3. Kesimpulan
Kepercayaan dipandang sebagai salah satu komponen kunci dari
suatu hubungan pertukaran. Pembeli yang mempercayai penjual akan lebih mungkin
untuk melanjutkan interaksinya. Meskipun karakteristik hubungan pembeli dan
penjual secara nyata menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan
kepercayaan pembeli, namun terdapat variabel penting lainnya yang perlu diperhatikan seperti faktor produk dan
perusahaan, yang dapat
mempengaruhi pembentukan kepercayaan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah
pada tahap penjajakan.
Tahap
penjajakan ini sangat penting karena berada pada fase di mana pembeli mencari
informasi, membuat pembelian pertamanya dan memulai proses untuk mengembangkan
kepercayaan. Hal ini sesudah produk dibeli, digunakan dan dievaluasi hingga
kepercayaan mulai berkembang atau malah berkurang. Pada produk-produk yang
diperuntukkan untuk pasar industri kepercayaan akan suatu produk dan
kepercayaan terhadap tenaga penjual dan perusahaan sangat penting. Berbeda
dengan pasar konsumen, pasar industri sangat komplek dan produk yang ditawarkan
oleh suatu perusahaan untuk industri tertentu harus benar-benar dapat diandalkan
oleh perusahaan penggunanya.
Referensi
Crosby LA, Evans KR, dan
Cowles D. (1990), “Relationship quality in services selling: an interpersonal
influence perspective,” Journal of
Marketing,54, p. 68 - 81.
Doney PM dan Cannon JP.
(1997), “An examination of the nature of trust in buyer seller relationships,” Journal of Marketing, 61, p. 31 - 35.
Dwyer FR dan Lagace RR.
(1986), “On the nature and role of buyer seller trust,” In: T Shimp, Sharma S, editors. American Marketing Association
Educators' Conference Proceedings. Chicago: American Marketing Association, p. 40 - 45.
Hawes JM, Mast KE, dan Swan
JE. (1989), “Trust earning perceptions of sellers and buyers,” Journal of Personal Selling Sales Management,
9, p. 1 - 8.
Hosmer LRT. (1995), “Trust:
the connecting link between organizational theory and philosophical ethics,” Academy Management Review, 20, p. 379 -
403.
Morgan RM dan Hunt SD.
(1994), “The commitment trust theory of relationship marketing,” Journal of Marketing, 58, p. 20 - 38.
Rebat FBS TERBESAR – Dapatkan pengembalian rebat atau komisi
BalasHapushingga 70% dari setiap transaksi yang anda lakukan baik loss maupun
profit,bergabung sekarang juga dengan kami
trading forex fbsasian.com
-----------------
Kelebihan Broker Forex FBS
1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
2. FBS MEMBERIKAN BONUS 5 USD HADIAH PEMBUKAAN AKUN
3. SPREAD FBS 0 UNTUK AKUN ZERO SPREAD
4. GARANSI KEHILANGAN DANA DEPOSIT HINGGA 100%
5. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANL LOKAL
Indonesia dan banyak lagi yang lainya
Buka akun anda di fbsasian.com
-----------------
Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
Tlp : 085364558922
BBM : fbs2009