Rabu, 16 Oktober 2013

Adopsi Teori Perang Sun Tzu Dalam Mengembangkan Bisnis


Adopsi Teori Perang Sun Tzu Dalam Mengembangkan Bisnis

Seni Perang Sun Tzu atau banyak dikenal dengan Art Of War merupakan teori perang yang sangat kuno, sekitar 2500 Sebelum Masehi dari negeri Cina. Namun sampai saat ini teori tersebut masih relevan dan banyak diadopsi orang dalam berbagai bidang, tidak hanya dalam  perang. Ada strategi Sun Tzu yang diterapkan dalam organisasi, manajemen, kepemimpinan, hingga pemasaran.


Dalam literatur Cina, strategi perang Sun Tzu bukanlah satu-satunya. Harap maklum, daratan Cina, hingga Tibet, selama beribu-ribu tahun menjadi medan pertempuran yang tidak pernah reda. Selalu ada revolusi, ada tokoh yang ingin memproklamasikan raja baru. Tak mengherankan apabila strategi perang terbaik lahir di wilayah ini.
Konon, sejak 500 tahun sebelum Masehi hingga 700 tahun sesudah Masehi, atau selama 1.200 tahun, tak kurang ada tujuh literatur strategi perang Cina yang terdokumentasikan. Literatur tersebut mempengaruhi cara berpikir orang-orang Cina, termasuk para pebisnisnya. Literatur yang paling beken memang strategi perang Sun Tzu.
Dalam bahasa Cina, ada pepatah populer, “Shang chang ru zhan chang”: Pasar adalah medan pertempuran. Mpu Peniti pernah mengingatkan saya bahwa dominasi ekonomi Cina setelah membuka pasarnya memperlihatkan perilaku yang sejalan dengan pepatah di atas. Setelah Perang Dunia II, negara-negara Asia yang memahami ungkapan tersebut satu per satu mulai muncul menguasai pasar. Dimulai dari Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan kini Cina Daratan.
Strategi perang Sun Tzu ditulis dalam 13 langkah sederhana. Mulai dari perencanaan perang hingga intelijen. Namun, kalau Anda urut ke-13 langkah Sun Tzu itu, maka inti sarinya cuma ada tiga langkah. Yaitu, mengenal diri Anda dengan baik, mengenal musuh Anda, dan mengenal tempat di mana kita bertarung.
Nah, tiga langkah ini sama sebangun dengan teori positioning dalam pemasaran. Mereka mirip saudara kembar. Uniknya, walau secara teori Anda bisa menang perang hanya dalam tiga langkah itu, banyak orang mengeluh strategi Sun Tzu tidak sesederhana itu.
Selama 10 tahun mengaplikasikan Sun Tzu dalam pemasaran, saya menemukan tiga kelemahan penerapannya.
Pertama, dalam langkah mengenal diri kita sendiri, pemasar kerap mengalami rabun penglihatan. Theodore Levitt menyebutnya dengan fenomena marketing myopia. Dalam praktek, seorang pemasar bisa jadi kurang percaya diri. Atau kebalikannya, menjadi sombong dan arogan setelah berhasil meraih sebuah sukses. Akibatnya menjadi kabur dan gagal mengenali kelemahan dan kekuatannya.
Kedua, kurang tekun mempelajari perilaku musuh. Sun Tzu dalam bab ke-13, atau langkah terakhir, menganjurkan pemakaian intelijen untuk memastikan keberhasilannya. Ada pepatah Cina bahwa kemenangan tertinggi adalah menangkan perang tanpa satu pertempuran pun. Artinya, kalau kelemahan musuh sudah diketahui persis, kita akan selalu beberapa langkah lebih maju dari musuh itu. Jadi, kita bisa menghindari perang terbuka, seperti perang harga yang merugikan kedua pihak.
Langkah ketiga Sun Tzu, tentang pengenalan medan perang, memang termasuk yang sulit. Bagian ini memerlukan pengalaman di lapangan. Sun Tzu menulisnya di bab 11, tentang sembilan medan perang yang berbeda dengan dinamika kompetisi yang berbeda satu sama lainnya.
Di bab 5, Sun Tzu menulis soal momentum. Pemasar yang tidak menguasai medan pertempuran, dan gagal mengikuti dinamika kompetisi, biasanya tidak akan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan momentum. Sebaliknya, pemasar yang mengontrol dinamika kompetisi akan mampu terus-menerus berinovasi dan menciptakan momentum.
Bila ini terjadi, Sun Tzu mengatakan, 1.000 perang memastikan 1.000 kemenangan. Ini rahasianya!

Minggu, 06 Oktober 2013

Manajemen Bisnis : 16 Strategi Zhuge Liang


Manajemen Bisnis : 16 Strategi Zhuge Liang
(Sixteen Strategies of Zhuge Liang)


Zhuge Liang adalah seorang ahli strategi Tiongkok yang terkenal pada jaman tiga kerajaan (Sam Kok). Ia adalah ahli strategi bagi Liu Bei. Ia mengikuti Liu Bei setelah Liu Bei dan kedua adik angkatnya membuat tiga kunjungan untuk menjemputnya menjadi ahli strategi negeri Shu. Terharu dengan keikhlasan dan kemurnian hati Liu Bei yang menangis kerana mengenangkan nasib rakyat di zaman peperangan itu, maka ia menghambakan diri kepada Liu Bei. Nasihat pertama yang diberikannya secara pribadi kepada Liu Bei adalah "Longzhong Plan", yaitu tentang pendirian tiga negara besar di tanah Tiongkok, yaitu Wei, Wu dan Shu. Nasihat pertama Zhuge Liang ini menjadi kenyataan setelah beberapa tahun membantu Liu Bei di dalam peperangan untuk menegakkan dinasti Han yang telah rapuh. Kebesarannya menyebabkan ia digelari salah satu dari 6 perdana menteri terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Berikut ini adalah strategi-strategi yang dikemukakannya yang dapat diaplikasikan ke dalam dunia bisnis.

1. Memerintah Negara
Menjadi setepat Bintang Utara.
Tahukah Anda bahwa memerintah negara sama seperti mengurus keluarga? Anda harus memiliki dasar yang benar. Sekali Anda benar, sisanya tidak akan salah. Dasar dari suatu keluarga adalah kepala keluarga, dasar dari suatu negara adalah kepala negara. Dalam memerintah negara, pemerintah sama seperti Bintang Utara, memimpin jalan. Karena itu, kepemimpinan yang kuat dan stabil serta rencana yang matang merupakan dasar bagi pertumbuhan suatu negara atau organisasi. Setiap negara yang kuat dan makmur selalu memiliki penguasa yang bijak.  Seperti Bintang Utara, posisinya harus tetap benar untuk memberikan arah. Ia yang tak tentu arah, bodoh, dan pengecut, akan gagal dalam apa pun yang dilakukannya. Sebenarnya, kepemimpinan yang baik dan mantap tak dapat dipisahkan dalam suatu organisasi bisnis. Pemimpin harus sanggup menangkap kesempatan yang muncul dan menyelesaikannya.


2. Hubungan antara Penguasa dan Bawahan
Jadikan rasa hormat dan kesetiaan penghubung antara penguasa dan bawahannya. Penguasa harus memperlakukan bawahan dengan baik. Bawahan harus melayani  penguasa dengan setia. Penguasa harus memperlakukan bawahan dengan adil. Bawahan harus melayani penguasa dengan patuh. Penguasa tidak hanya memerintah bawahan, tapi juga menunjukkan perhatian, perlindungan dan penghargaan. Seorang penguasa harus baik terhadap bawahan dan menghormati perasaannya. Bawahan harus menganggap kesetiaan sebagaikebajikan. Penguasa yang tidak mempercayai bawahan akan berakhir sendirian. Seorang penguasa yang bekerja dengan dekat dan rajin bersama bawahan akan selalu harmonis. Ini juga berlaku bagi seluruh eselon dari sebuah perusahaan.


3. Memperhatikan dan Mendengarkan
Menjadi pemimpin yang menguasai situasi dengan baik. Seorang penguasa harus membuka lebar mata dan telinga agar dapat menguasai situasi negara dengan baik. Anda tidak dapat mengatakan berpandangan tajam jika tak bisa melihat kesulitan bawahan. Anda tak bisa menyatakan berpendengaran tajam jika tak bias mendengar rintihan bawahan.


4. Menerima Saran
Menerima ide orang lain. Kata-kata manis tidak dalam tapi dangkal.
Seorang penguasa bijak harus bisa menerima saran, ide bahkan kritik dari
orang lain. Seorang penguasa yang cakap harus mempunyai pegawai yang jujur
dan lurus di sampingnya. Seorang penguasa yang bodoh hanya memiliki bawahan
yang penjilat di sekitarnya. Obat yang baik terasa pahit dan saran yang baik juga demikian. Sungguh terpuji seseorang yang berkedudukan tinggi seperti Kaisar / GM dapat menerima kritik pedas.


5. Memahami
Memahami masalah sepenuhnya dan membuat batasan antara yang benar dan yang salah.Pejabat yang setia dan yang jahat berbeda tapi sulit mengatakannya dari penampilan saja. Orang akan salah jika hanya mendasarkan pada perkataan dan sikap luar saja.Seorang penguasa harus berhati-hati saat memutuskan apakah benar atau salah.


6. Mengatur Orang
Didiklah rakyat untuk memenangkannya.
Seorang penguasa harus membiarkan bawahannya mengetahui tujuan dan rencananya
sehingga mereka memahami kebijakan pemerintah. Pemerintah harus pertama-tama
mendirikan seperangkat hukum yang jelas. Hukum harus diketahui sampai ke
seluruh negeri. Bila rakyat bersatu, mereka dapat memenangkan pertempuran.
Seorang pemimpin harus membuat rakyatnya mengerti dengan jelas kebijakan
dan tujuan pemerintah. Hanya dengan demikian ia mendapat dukungan dan pengertian
rakyatnya.


7. Pemilihan Orang
Carilah yang berguna dan pekerjakan yang berbakat. Salah satu cara penting memerintah negara adalah menempatkan orang yang mampu dan jujur pada posisi kunci untuk mengatasi penjilat yang licik dan penjahat yang tamak.
Inti dari memelihara kesehatan adalah pengaturan nafas dan membangun energi
vital. Inti dari memerintah negara adalah mencari yang berguna dan mempekerjakan
yang cakap. Negara dengan pemimpin yang cakap adalah seperti rumah yang ditopang
tiang-tiangnya.


8. Evaluasi Kinerja
Promosikan yang berjasa dan pecat yang kurang mampu. Jika seorang penguasa ingin istananya bersih dari korupsi dan negaranya kuat dan makmur, penting untuk mengevaluasi kinerja bawahannya.  Kriteria apa yang dipakai dalam menaikkan pangkat atau memecat pejabat? Kriterianya adalah apakah mereka dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan organisasi. Sangat berbahaya jika dipengaruhi oleh perasaan dan kesukaan pribadi.


9. Administrasi Militer
Rencanakan dengan baik dan menangkan dengan strategi yang benar. Memobilisasi tentara, memulai peperangan dan membela negara merupakan masalah penting yang tak boleh diputuskan tergesa-gesa.


10. Hadiah dan Hukuman
Berikanlah hadiah dan hukuman untuk membentuk pemerintahan yang bersih dan efisien. Hadiah tak tergantung pada kedudukan tapi jasa Anda. Hukuman harus dilaksanakan tanpa pengecualian. Penguasa yang baik akan mendorong orang-orangnya mengemukakan pendapat dengan memberikan hadiah dan hukuman. Hasilnya, orang-orangnya dapat memberikan bantuan terbaik dalam usaha menyatukan negara.


11. Saat Emosi
Jangan menuruti emosi.
Seorang penguasa harus tetap bisa menguasai emosinya dan mengendalikan diri.
Seorang penguasa harus berwibawa dan tak cepat marah. Dia boleh menunjukkan
kemarahan tapi tidak kehilangan akal sehat. Ia boleh bergembira tapi tidak
berkelebihan. Ia juga tak boleh tenggelam dalam masalah pribadi dan melupakan
pemerintahan negara.


12. Mengendalikan Kekacauan
Berhati-hati saat menghadapi situasi kacau.
> Apa yang harus dilakukan saat pemerintahan sedang kacau?
Pertama, kurangi jumlah staf dan kenakan disiplin ketat.
> Ok, segera dilakukan.
Jika perbaikan tidak dilaksanakan dengan benar atau terburu-buru,
akan terjadi kekacauan yang lebih besar. Reformasi harus dilaksanakan
dengan hati-hati sesuai dengan kondisi yang ada di negara dan keinginan rakyat.


13. Pendidikan dan Perintah
Koreksi diri sebelum mengeluarkan perintah. Seorang penguasa yang malas tapi keras terhadap bawahan berarti menerapkan kebijakan yang buruk. Seorang penguasa yang tegas pada dirinya sebelum mengeluarkan perintah kepada bawahan berarti mempraktikkan kebijakan yang baik. Seorang penguasa yang tidak mempraktikkan apa yang dikatakannya akan kesulitan menerapkan perintah. Bila perintah tak dilaksanakan akan terjadi kekacauan.
Penting untuk memberi contoh. Koreksi dirimu sebelum mengoreksi orang lain.
Ini adalah prinsip kepemimpinan yang sederhana dan efektif tapi sering
dilupakan.


14. Menghadapi Kesulitan
Bertindak tepat mengatasi masalah sebelum berkembang. Negara harus punya hukum seperti keluarga mempunyai peraturan. Hukum dan peraturan harus dipatuhi sejak dibuat. Jika melakukan tindakan yang benar sejak awal, tidak akan mengalami begitu
banyak kerugian / kesulitan.


15. Melihat ke Depan
Berpandangan jauh ke depan dan membuat rencana dengan teliti. Seorang penguasa yang berpandangan pendek atau tidak membuat rencana dengan teliti akan penuh kecemasan.


16. Pengamatan
Membuat komitmen untuk sukses. Anda tak perlu pergi ke sungai untuk mandi bila Anda dapat mencuci kotoran  di tubuh Anda sendiri. Anda tak perlu kuda unggulan selama ia dapat berlari cepat. Seorang penguasa harus menempatkan orang yang berbakat sehingga mereka dapat melakukan yang terbaik demi negaranya, tidak peduli status ekonomi dll. Orang yang berbeda memiliki pengalaman dan kemampuan yang berbeda pula. Pemimpin yang pintar harus mempergunakan sepenuhnya bakat berbagai orang tersebut untuk mengatasi kesulitan.  Kelihatannya setiap orang memiliki kesempatan untuk berhasil.  Kita tak boleh menyerah begitu saja.

Siasat untuk menyerang (Attacking Stratagems)


Siasat untuk menyerang (Attacking Stratagems)

-       Menginjak rumput mengagetkan ular (Dá cǎo jīng shé)
Dalam bisnis, menginjak rumput mengagetkan ular berguna pada tahap awal negosisasi. Siasat ini dapat berupa mendengarkan dan menyelidiki dengan seksama, metode yang baik untuk menerka kepentingan dan maksud pihak lain. Penerapan yang lain dalam bisnis untuk strategi ini adalah mengungguli kompetisi dengan mengumumkan suatu produk baru agar para pesaing terkejut sehingga memberitahukan rahasia terperinci dari produk saingan mereka sebelum mereka benar-benar siap dan dengan demikian memberikan kita suatu gambaran yang lebih baik mengenai apa yang akan dihadapi selagi menyusun suatu strategi pemasaran.
Strategi ini juga menunjukan bahwa kadang-kadang kita dapat mengatasi suatu masalah dengan membidik masalah yang lain.

-       Menghidupkan mayat (Jiè shī huán hún)
Siasat ini menganjurkan pemanfaatan orang lain ataupun hal lain yang memiliki keterkaitan. Misalnya menghidupkan mayat merupakan suatu fenomena yang sering dijumpai pada adat budaya informal perusahaan. Budaya perusahaan  sebagian didefinisikan oleh cerita setengah legendaris mengenai kegiatan merintis jalan oleh para pendiri dan tokoh-tokoh lain. Komputer Apple dewasa ini merupakan anggota dari dunia bisnis komputer, tetapi identitasnya dibentuk oleh kisah orang-orang jenius yang liar dan sinting yang mendirikannya di sebuah garasi dan tim “pemberontak” semi otonom yang sulit dikendalikan yang mengembangkan Macintosh. Identitas ini melekat sampai sekarang.

-       Memancing harimau turun gunung (Diào hǔ lí shān)
Daripada terjerumus ke dalam daerah berbahaya dan tidak dikenal untuk mencapai musuh, adalah lebih baik membuat musuh keluar untuk melawan kita. Memancing harimau turun gunung berarti menarik keluar musuh dari kondisi alam yang menguntungkannya sebagai usaha membuatnya lebih rentan terhadap serangan.

-       Menangkap musuh dan melepaskannya dari kail (Yù qín gū zòng)
Siasat menangkap musuh dengan melepaskannya dari kail digunakan dengan maksud untuk menghindari pertumpahan darah. Membiarkan seorang musuh  yang kuat lolos sering kali lebih berguna ketimbang mencoba memojokkannya dan memprovokasi suatu pertempuran yang nekat.
Pelaksana siasat ini yang paling terkenal adalah Zhuge Liang, perdana menteri yang dihormati dan perencana  militer yang cemerlang dari kerajaan Shu semasa periode Tiga Kerajaan. Kisah Zhuge Liang yang membebaskan Meng Huo sebanyak tujuh kali guna memperoleh kesetiaannya merupakan contoh terbaik untuk strategi ini.
Pada akhir tahun 1988 pabrik obat Perancis, Groupe Rouseel Uclaf mencapai suatu kemenangan dengan mengalah terlebih dahulu sebanyak dua kali. Para pejabat perusahaan bersikeras bahwa hal ini merupakan suatu kebetulan saja, namun sebenarnya hal ini sebenarnya telah direncanakan dengan baik.
Perusahaan ini baru saja meluncurkan obat untuk aborsi yang baru yaitu RU486 ke pasaran, yang menggembirakan para pekerja kesehatan masyarakat dan keluarga berencana namun mencemaskan para penentang aborsi. Target pasar potensialnya adalah China, negara dengan penduduk terbanyak di dunia dan sudah mengesahkan obat ini. Tetapi pemegang saham terbesarnya yaitu sebuah perusahaan raksasa Jerman, khawatir akan ancaman boikot terhadap anak perusahaannya di AS. Akhirnya Uclaf menyerah terhadap tekanan dan mengumumkan bahwa ia sedang menarik kembali obat itu dari peredaran.
Pengumuman ini bertepatan dengan penyelenggaraan sebuah pertemuan Kongres Ginekologi dan Obstetriks Dunia di seluruh dunia di Rio de Janeiro. Pada kesempatan itu, para dokter mengelu-elukan RU486 sebagai suatu terobosan besar. Penarikannya dari peredaran mendapat celaan yang menyolok. Pemerintah Perancis turun tangan dan memerintahkan Uclaf untuk menarik kembali keputusannya. Perusahaan ini yang terlepas dari beban moral, kembali mengalah dan memulai kembali pemasaran obat itu.

-       Membuat batu bata untuk memikat batu giok (Pāo zhuān yǐn yù)
Strategi ini berarti memikat lawan dengan sesuatu yang tidak berarti untuk memperoleh imbalan yang besar. Prinsipnya sederhana : kita tidak dapat menangkap seekor ikan besar tanpa umpan. Tetapi jenis umpan apakah yang dipakai dan bagaimana membuatnya adalah lebih rumit.
Contoh penerapan di dunia bisnis yang sangat jelas adalah pada makanan siap saji. Apa yang memikat anak-anak ke KFC, McDonald maupun Hoka-Hoka Bento bukanlah makanannya melainkan mainan yang menjadi hadiah jika membeli paket tertentu.

-       Menangkap pemimpin kelompok untuk menyergap kawanan bandit (Qín zéi qín wáng)
Asumsi di belakang siasat ini adalah bahwa tubuh yang kehilangan kepalanya tidak dapat berfungsi. Siasat ini juga mengingatkan prinsip yang lebih umum bahwa suatu kekuatan akan runtuh bila segala hal yang menyatukannya lenyap. Seperti kata pepatah China, “ketika pohon tumbang, kera-kera tercerai berai”.
Siasat ini menunjukkan pentingnya sistem pemerintahan yang terdesentralisasi. Bila segala hal bergantung pada sang pemimpin, pencapaian hasil tergantung pada efektivitasnya, dan ketiadaan pemimpin akan terasa akut. Tetapi kalau tanggung jawab dibagi-bagi, bakat lainnya akan lebih mudah muncul, dan entitas tidak akan runtuh bila sang pemimpin meninggal. Prinsip ini berlaku baik dalam keluarga dan kelompok informal maupun dalam perusahaan, pemerintah, dan lembaga formal lainnya.

Siasat untuk situasi yang sangat sulit (Defeat Stratagems)


Siasat untuk situasi yang sangat sulit (Defeat Stratagems)

-       Menggunakan perempuan untuk memikat laki-laki
Siasat ini telah digunakan sejak dahulu kala. Ketika kita menghadapi musuh yang kuat, tegas dan banyak akal, memikat dengan wanita boleh jadi merupakan satu-satunya jalan untuk mematahkan kehendaknya. Dalam pengertian yang lebih umum, menggunakan perempuan untuk memikat lelaki  berarti menyajikan  lawan dengan segala macam godaan yang sangat menarik. Inggris menaklukkan garis pantai China dengan kapal-kapal perang di pertengahan abad ke 18, tetapi candulah yang membuat orang China diperbudak selama ratusan tahun berikutnya.
Aplikasi komersial yang paling jelas dalam menggunakan wanita untuk memikat laki-laki adalah digunakannya model-model seksi dalam periklanan. Aplikasi lainnya adalah menggunakan segala macam godaan berupa komisi maupun gratifikasi.

-       Buka lebar-lebar pintu gerbang yang kosong
Siasat ini dapat dipakai ketika kita berada dalam situasi yang sulit sekali untuk mempertahankan diri. Keberhasilannya bergantung pada kecenderungan orang untuk mencurigai sesuatu yang diakuinya secara terus terang. Kalau kita sama sekali tidak mempunyai sarana pertahanan diri dan kita secara terbuka mengungkapkan situasi ini kepada musuh, ia mungkin akan mengira sebaliknya.
Siasat ini merupakan suatu gertakan yang berisiko. Kita menegaskan bahwa kita bahwa kita tidak lebih dari apa adanya dan berharap orang lain akan membayangkan kita jauh melebihi dari ada yang ada.
Para pemain dalam lingkungan bisnis yang kompetitif mempunyai preferensi terhadap kerahasiaan dan kekagetan. Tetapi kadang-kadang sebuah perusahaan dapat mengungguli seorang pesaing dengan memanfaatkan keterusterangan.

-       Biarkan mata-mata musuh menyebarkan perselisihan dalam kubu musuh
Siasat ini menganjurkan manipulasi atas lawa untuk melayani tujuan kita. Contoh murni dari strategi ini adalah menyebarkan sendiri perselisihan  di kubu musuh adalah kisah mengenai Jiang Gan, yang tanpa disadarinya telah menyabot rencana yang dipersiapkan dengan baik oleh pemimpinnya, Cao Cao.
Spionase industri sangat bersandar pada agen-agen di dalam. Kebanyakan upaya semacam ini tak pernah terbuka, tetapi dalam dunia teknologi tinggi yang berisiko tinggi, peluang bagi para penjual dan pembeli berlimpah. IBM memakai FBI dalam suatu operasi yang menjebak calon pembeli rahasia industri pada tahun 1982, bukannya menerima dokumen rahasia dari sumber yang mereka  pikir telah disuap ke pihaknya, dua insinyur perusahaan elektronik Jepang Hitachi ternyata dibacakan hak-hak hukum mereka. Ketika skandal terungkap, tiga belas pegawai Hitachi dituntut dan perusahaan mereka akhirnya harus membayar $300 juta kepada IBM.
Sebuah bentuk pemanfaatan mata-mata ganda yang lebih halus di dalam dunia bisnis adalah bila orang dalam membelot dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain dalam sektor bisnis sama. Head Hunter justru membujuk para eksekutif agar berbuat hal ini.
Iacocca merupakan pilihan yang baik bagi Chrysler karena dia sangat mengenal Ford. Belakangan ketika Iacocca mencai seseorang untuk menyusun pembukuan Chrysler, ia memilih seseorang dari daftar personel keuangan Ford yang dengan mudah diperolehnya.

-       Melukai diri sendiri untuk meyakinkan musuh
Siasat ini bersandar pada proposisi bahwa orang cenderung bersimpati terhadap terhadap orang lain yang mengalami kemalangan. Suatu bentuk melukai diri sendiri yang kadang-kadang terlihat dalam dunia bisnis adalah penerimaan tanggung jawab atas suatu masalah atau kesalahan. Pada pertengahan 1980 an ketika sebuah unit Chrysler dan dua eksekutif dituduh menjual 60.000 lebih kendaraan baru, Presiden Chrysler Lee Iacocca mengajukan permohonan maaf secara terbuka dan memperpanjang jaminan untuk sedan dan truk yang rusak. Dengan segera mengkritik diri sendiri secara terbuka, ia melunakkan reaksi publik terhadap rahasia yang terungkap itu.
Hal yang ekstrem dilakukan dilakukan oleh pendiri Haier di China. Ketika produk kulkas yang dijualnya bermasalah di pasaran, ia segera membuat demonstrasi penghancuran kulkas massal dengan menggunakan palu godam di hadapan publik, alhasil kepercayaan publik terhadap produknya meningkat kembali.

-       Ikat jadi satu kapal-kapal perang musuh
Siasat ini memfokuskan  perhatian pada cara mentransformasikan kekuatan lawan menjadi kelemahan. Ikat kapal-kapal jadi satu berarti memakai siasat yang akan memberatkan musuh dengan bobotnya sendiri. Bila hal ini berhasil dilakukan dengan baik, musuh akan menjadi musuh yang paling berbahaya bagi dirinya sendiri.
Di dalam bisnis, perusahaan yang menyatakan dirinya bangkrut kadang-kadang mencoba untuk mengikat jadi satu kapal-kapal perang para kreditor mereka. Sebagai contoh yang ekstrem adalah kasus Trans-America Natural Gas Corporation milik Jack Stanley, yang mengajukan reorganisasi dua kali dan beroperasi di bawah perlindungan pengadilan selama sembilan dari dua belas tahun operasinya. Stanley membuat jalannya proses kebangkrutan sekontroversial mungkin, dengan menyerang para kreditor dengan tuntutan di pengadilan dan menghabiskan persediaan semangat dan keuangan mereka. Sementara itu ia memperluas perusahaannya yang menjadikannya perusahaan kedua terbesar sesudah Exxon di antara para produsen gas alam Texas.

-       Lari
Bila kesemuanya gagal, lari. Ini adalah siasat yang terakhir. Akan tetapi, lari tidak mesti berarti lari untuk selama-lamanya. Ketika dihadapkan dengan musuh yang mutlak lebih unggul, kita bisa saja menyerah, melakukan negosiasi bahkan mundur. Menyerah berarti kekalahan total, negosiasi berarti separo kalah, tetapi mundur sama sekali bukan kalah. Kita harus mundur  semata-mata agar dapat maju lagi nanti. Mao Zedong mengakui kegunaan siasat ini dalam prinsipnya yang termasyhur mengenai perang gerilya yaitu kalau pertempuran dapat dimenangkan, lancarkan; bila tidak, tinggalkan.
Para perencana strategis akrab dengan konsep hambatan masuk (entry barrier), tetapi sedikit yang pernah memikirkan masalah hambatan keluar (exit barrier). Faktor ini terdiri dari pertama, aset-aset khusus, terutama pada perusahaan besar yang padat modal, yang sulit untuk dipindahkan ke tempat lain dan menurunkan nilai likuidasi dari sebuah pabrik atau perusahaan. Kedua, ada biaya tetap yang berkaitan dengan penyusutan dan penghentian produksi. Ini meliputi penyelesaian masalah perburuhan, kontribusi dana pensiun serta produktivitas karyawan yang rendah. Ketiga, pertimbangan strategis dapat menghambat divestasi karena bisnis yang tidak menguntungkan itu mungkin masih penting bagi bagi keberhasilan perusahaan itu secara keseluruhan. Keempat, kebanggaan, komitmen emosional dan keterkaitan pribadi para manajer dengan proyek tertentu dapat menyebabkan keengganan untuk menghentikan suatu usaha. Kelima, mungkin ada halangan dari peraturan dan tekanan sosial yang menentang penutupan pabrik dan pemberhentian para pekerja.
Namun, bila kegagalan merupakan suatu kenyataan, mundur bisa jadi merupakan satu-satunya jalan keluar dan lebih cepat lebih baik. Tetapi siasat lari tentu saja harus digunakan dengan hati-hati. Siasat ini tidak tidak boleh dijalankan secara ceroboh, atau sekedar karena dorongan untuk pergi. Hendaknya kita tidak menanggapi lari sebagai sarana untuk menghindari tantangan, melainkan sebagai suatu cara untuk menghadapi tantangan itu dengan lebih baik.