Minggu, 06 Oktober 2013

Siasat melancarkan konfrontasi (Enemy Dealing Stratagems)


Siasat melancarkan konfrontasi (Enemy Dealing Stratagems)

-       Menciptakan sesuatu dari ketiadaan (Wú zhōng shēng yǒu)
Propaganda sering merupakan upaya untuk membuat sesuatu dari ketiadaan. Hal yang tidak benar dapat diubah menjadi realitas; kebohongan yang diulang seribu kali pada akhirnya boleh jadi diterima sebagai kebenaran. Akan tetapi, ikhtiar propaganda paling mungkin berhasil ketika mereka menghasilkan lebih banyak dari yang sedikit, membangun di atas sikap yang sudah ada untuk membangkitkan ketakutan, merangsang prasangka atau memutarbalikkan persepsi terhadap fakta-fakta.
Beberapa jenis bisnis mahir dalam hal menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Dalam hal ini, industri mobil merupakan contoh yang menonjol. Para pembuat mobil menggembargemborkan model setiap tahun sebagai model baru dan disempurnakan, tetapi kebanyakan sekadar berbeda dalam susunan interior, menambahkan garis-garis halus atau pencetakan bahan mobil, atau yang paling banter mesin yang lebih kuat.
Menciptakan sesuatu dari ketiadaan juga dapat berakibat sebaliknya kalau apa yang telah diciptakan itu merupakan bangunan yang lemah. Michael Milken, ahli junk bond dari Drexel Burnham Lambert, memperoleh kemasyhuran dan kekayaan melalui keberhasilannya mendanai akuisisi perusahaan dengan menggunakan surat berharga beresiko tinggi yang sangat menguntungkan. Tetapi sesudah Milken didakwa melakukan pelanggaran berupa kegiatan ilegal yang terorganisasi dan terhadap undang-undang pasar modal dan seluruh pendekatannya dipertanyakan, tampaknya transaksi seperti itu telah menjadi sejarah masa lalu. Hal yang sama juga terjadi dengan penyebab krisis finansial global tahun 2008, dimana banyak perusahaan menerbitkan CDO (collateral debt obligation) dan CMO (collateral mortgage obligation).

-       Berpura-pura menempuh suatu lorong padahal menyelinap ke lorong yang lain (Àn dù chén cāng)
Siasat ini memainkan manuver yang terang-terangan, dapat diprediksi, dan terbuka untuk melawan manuver diam-diam, tiba-tiba dan tersembunyi. Hal ini menarik perhatian ke satu rute sementara mengembangkan rute alternatif, bertindak menyerupai angin, yang sekalipun terhalang jendela atau pintu masih dapat berdesah lewat celah yang terkecil.
Pendaratan sekutu di Normandia semasa Perang Dunia II merupakan penerapan modern dari siasat berpura-pura menempuh suatu lorong padahal secara diam-diam menempuh lorong yang lain. Jerman tidak pernah menduga bahwa pasukan Sekutu akan menyeberangi Selat Channel Inggris dan memusatkan upaya defensif utama mereka di daerah Calais. Sekutu berusaha sebisa-bisanya untuk memperkuat persepsi yang salah ini, dan sebagi hasilnya pihak Jerman disergap.
Dalam bisnis, siasat ini telah terbukti merupakan alat pemasaran yang baik. Misalnya dalam iklan yang heboh dan memberikan penawaran menarik, namun di bawahnya ada tulisan syarat dan ketentuan berlaku. Dalam perencanaan strategis, berpura-pura menempuh suatu lorong padahal secara diam-diam menempuh lorong yang lain boleh jadi merupakan jalur berputar ke sukses jangka panjang. Xerox menghargai mesin fotokopinya yang paling tua dengan harga yang sangat tinggi. Tujuan sebenarnya adalah mendorong kontrak sewa dan servis dan dengan demikian membangun suatu jaringan pelanggan yang mempunyai ketergantungan. 

-       Menonton kobaran api yang melintasi sungai (Gé àn guān huǒ)
Menonton kobaran api yang melintasi sungai berarti membiarkan musuh-musuh menghancurkan diri sendiri. Cara lain yang digunakan untuk mengungkapkan ide ini adalah duduk di puncak gunung dan menonton harimau berkelahi. Siasat ini memanfaatkan kontradiksi atau faksionalisme di dalam kubu musuh.
Di dalam bisnis, para pendatang baru dapat memetik keuntungan dari pergulatan sengit antara lawan-lawan yang mapan. Pada akhir 1970 an ketika dua perusahaan besar AS sedang bertikai mengenai kesamaan nama obat-obat pembunuh hama mereka – Cal Mex Bug Destroyer, yang memakai listrik, dan Calameks Bug Killer, yang menggunakan bahan kimia berbau harum – Maebashi Industries dari Jepang secara diam-diam mengungguli keduanya dengan penjualan produk pembasmi hama yang menggunakan suara.
Ketika pertikaian antarfaksi pecah di dalam perusahaan dan dalam jenis organisasi yang lain, para manajer mempunyai rentang pilihan dalam menangani hal ini, dari intervensi seperti diktator hingga suatu pendekatan lepas-tangan hingga suatu pendekatan lepas-tangan. Dalam sebagian konteks, administrator yang paling sukses dan populer adalah mereka yang membiarkan pihak-pihak yang berselisih hingga titik yang tidak masuk akal dan baru melangkah masuk sebagai penengah yang tidak memihak. Teknik ini sangat efektif dalam arena yang penuh dengan para individualis, seperti pada departemen-departemen akademis dalam universitas.

-       Menyembunyikan pisau belati dengan senyuman (Xiào lǐ cáng dāo)
Siasat ini berarti memenangkan kepercayaan lawan dan baru bertindak setelah kewaspadaannya menurun. Sebuah contoh yang familiar adalah langkah para produsen farmasi besar untuk memberikan secara gratis obat-obatan eksperimental yang tidak mendapat persetujuan akhir dari pemerintah kepada para korban AIDS dan penyakit serius lainnya. Perusahaan itu mengklaim sedang bertindak berdasarkan alasan kemanusiaan, suatu klaim yang sama dengan sebuah senyuman. Tetapi mereka juga mempunyai sasaran strategis – isyarat kehendak baik itu memperbaiki suatu citra yang sedang diserang oleh konsumen yang bertindak sebagai kritikus. Dengan demikian mereka bisa melindungi informasi biaya karena tidak menjual obat-obatan itu, namun bakal menghasilkan suatu lompatan dalam pemasaran kalau obat-obatan itu disetujui untuk dipakai terus. Tujuan ini, walau tidak membunuh, setara dengan pisau belati itu.

-       Mengorbankan pohon plum demi pohon persik (Lǐ dài táo jiāng)
Orang kadang-kadang harus melakukan sebagian pengorbanan demi kemenangan yang menyeluruh. Ini dapat berarti kalah dalam suatu pertempuran demi memenangkan peperangan atau memberikan suatu konsesi guna mencapai tujuan utama. Pepatah Cina “melepaskan sebuah bidak guna menyelamatkan sebuah kereta perang” mengungkapkan gagasan yang sama.
Pengorbanan kepentingan jangka pendek atau lokal secara sukarela untuk memastikan keuntungan kangka panjang yang menyeluruh telah menjadi kunci keberhasilan industri Jepang. Perbedaan antara pendekatan Jepang dan AS tampak pada kasus semi kondusktor. Para pembuat chip AS, di bawah tekanan untuk meminimalkan kerugian jangka pendek, memberhentikan para pekerja ketika permintaan pasar untuk sebuah generasi chip merosot dan harus bergegas kembali untuk memproduksi generasi berikutnya. Perusahaan Jepang mempertahankan para pekerja dan maju terus ke produksi generasi berikutnya.
Mengorbankan buah plum demi buah persik juga berlaku pada usaha mencari keseimbangan antara diversifikasi dan konsentrasi. Perusahaan yang mengadakan diversifikasi guna menyebarkan risiko dapat menyebabkan kemampuan mereka menjadi lemah. International Harvester mencoba bersaing secara serentak dengan Ford dan General Motors dalam sektor kendaraan truk berat, dengan John Deere dalam sektor mesin pertanian, dan dengan Caterpillar dalam peralatan konstruksi. Sebagai pemain kedua atau ketiga pada masing-masing bidang ini, perusahaan itu secara keseluruhan tidak bisa kuat. 

-       Memanfaatkan peluang mencuri kambing jantan (Shùn shǒu qiān yáng)
Siasat ini berarti mengambil keuntungan dari peluang selagi peluang itu ada. Kesalahan terkecil di pihak musuh sekalipun hendaknya jangan luput dari perhatian. Setiap kelalaian kecil pihak lain dapat diubah setidak-tidaknya menjadi keuntungan kecil.
Mengambil kesempatan untuk mencuri seekor kambing jantan tidaklah lumrah dalam aksi militer yang konvensional, tetapi siasat ini esensial bagi perang gerilya. Angkatan perang kecil, dengan perlengkapan yang sederhana, tidak boleh melepaskan begitu saja setiap kesempatan untuk menyusahkan musuh. Mao Zedong menyatakan hal ini dalam sebuah formula yang ringkas dan tajam, “ketika musuh maju, kita mundur; musuh berhenti kita, ganggu; musuh lelah, kita serang; musuh mundur, kita kejar”.
Dalam lingkungan bisnis yang penuh persaingan, adalah penting untuk waspada terhadap kesalahan dan kelalaian pihak lain. Jepang mengetahui hal ini ketika mereka memasuki celah-celah yang ditinggalkan oleh para produsen AS di bidang barang konsumen elektronik. Para wirausahawan yang cerdik telah mendapat keuntungan besar dengan mengidentifikasi kebutuhan yang tidak disadari oleh orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar