Siasat melancarkan konfrontasi (Enemy Dealing Stratagems)
-
Menciptakan
sesuatu dari ketiadaan (Wú zhōng shēng
yǒu)
Propaganda sering merupakan upaya untuk membuat sesuatu dari
ketiadaan. Hal yang tidak benar dapat diubah menjadi realitas; kebohongan yang
diulang seribu kali pada akhirnya boleh jadi diterima sebagai kebenaran. Akan
tetapi, ikhtiar propaganda paling mungkin berhasil ketika mereka menghasilkan
lebih banyak dari yang sedikit, membangun di atas sikap yang sudah ada untuk
membangkitkan ketakutan, merangsang prasangka atau memutarbalikkan persepsi
terhadap fakta-fakta.
Beberapa jenis bisnis mahir dalam hal
menciptakan sesuatu dari ketiadaan. Dalam hal ini, industri mobil merupakan
contoh yang menonjol. Para pembuat mobil menggembargemborkan model setiap tahun
sebagai model baru dan disempurnakan, tetapi kebanyakan sekadar berbeda dalam
susunan interior, menambahkan garis-garis halus atau pencetakan bahan mobil,
atau yang paling banter mesin yang lebih kuat.
Menciptakan sesuatu dari ketiadaan juga dapat
berakibat sebaliknya kalau apa yang telah diciptakan itu merupakan bangunan
yang lemah. Michael Milken, ahli junk bond dari Drexel Burnham Lambert,
memperoleh kemasyhuran dan kekayaan melalui keberhasilannya mendanai akuisisi
perusahaan dengan menggunakan surat berharga beresiko tinggi yang sangat
menguntungkan. Tetapi sesudah Milken didakwa melakukan pelanggaran berupa
kegiatan ilegal yang terorganisasi dan terhadap undang-undang pasar modal dan
seluruh pendekatannya dipertanyakan, tampaknya transaksi seperti itu telah
menjadi sejarah masa lalu. Hal yang sama juga terjadi dengan penyebab krisis
finansial global tahun 2008, dimana banyak perusahaan menerbitkan CDO
(collateral debt obligation) dan CMO (collateral mortgage obligation).
-
Berpura-pura
menempuh suatu lorong padahal menyelinap ke lorong yang lain (Àn dù chén cāng)
Siasat ini memainkan manuver yang terang-terangan, dapat diprediksi,
dan terbuka untuk melawan manuver diam-diam, tiba-tiba dan tersembunyi. Hal ini
menarik perhatian ke satu rute sementara mengembangkan rute alternatif,
bertindak menyerupai angin, yang sekalipun terhalang jendela atau pintu masih
dapat berdesah lewat celah yang terkecil.
Pendaratan sekutu di Normandia semasa Perang Dunia II merupakan
penerapan modern dari siasat berpura-pura menempuh suatu lorong padahal secara
diam-diam menempuh lorong yang lain. Jerman tidak pernah menduga bahwa pasukan
Sekutu akan menyeberangi Selat Channel Inggris dan memusatkan upaya defensif
utama mereka di daerah Calais. Sekutu berusaha sebisa-bisanya untuk memperkuat
persepsi yang salah ini, dan sebagi hasilnya pihak Jerman disergap.
Dalam bisnis, siasat ini telah terbukti merupakan alat pemasaran
yang baik. Misalnya dalam iklan yang heboh dan memberikan penawaran menarik,
namun di bawahnya ada tulisan syarat dan ketentuan berlaku. Dalam perencanaan
strategis, berpura-pura menempuh suatu lorong padahal secara diam-diam menempuh
lorong yang lain boleh jadi merupakan jalur berputar ke sukses jangka panjang.
Xerox menghargai mesin fotokopinya yang paling tua dengan harga yang sangat
tinggi. Tujuan sebenarnya adalah mendorong kontrak sewa dan servis dan dengan
demikian membangun suatu jaringan pelanggan yang mempunyai ketergantungan.
-
Menonton kobaran api yang
melintasi sungai (Gé àn guān huǒ)
Menonton kobaran api yang melintasi sungai
berarti membiarkan musuh-musuh menghancurkan diri sendiri. Cara lain yang
digunakan untuk mengungkapkan ide ini adalah duduk di puncak gunung dan
menonton harimau berkelahi. Siasat ini memanfaatkan kontradiksi atau faksionalisme
di dalam kubu musuh.
Di dalam bisnis, para pendatang baru dapat
memetik keuntungan dari pergulatan sengit antara lawan-lawan yang mapan. Pada
akhir 1970 an ketika dua perusahaan besar AS sedang bertikai mengenai kesamaan
nama obat-obat pembunuh hama mereka – Cal Mex Bug Destroyer, yang memakai
listrik, dan Calameks Bug Killer, yang menggunakan bahan kimia berbau harum –
Maebashi Industries dari Jepang secara diam-diam mengungguli keduanya dengan
penjualan produk pembasmi hama yang menggunakan suara.
Ketika pertikaian antarfaksi pecah di dalam
perusahaan dan dalam jenis organisasi yang lain, para manajer mempunyai rentang
pilihan dalam menangani hal ini, dari intervensi seperti diktator hingga suatu
pendekatan lepas-tangan hingga suatu pendekatan lepas-tangan. Dalam sebagian
konteks, administrator yang paling sukses dan populer adalah mereka yang
membiarkan pihak-pihak yang berselisih hingga titik yang tidak masuk akal dan
baru melangkah masuk sebagai penengah yang tidak memihak. Teknik ini sangat
efektif dalam arena yang penuh dengan para individualis, seperti pada
departemen-departemen akademis dalam universitas.
-
Menyembunyikan pisau belati
dengan senyuman (Xiào lǐ cáng dāo)
Siasat ini berarti memenangkan kepercayaan lawan dan baru bertindak
setelah kewaspadaannya menurun. Sebuah contoh yang familiar adalah langkah para
produsen farmasi besar untuk memberikan secara gratis obat-obatan eksperimental
yang tidak mendapat persetujuan akhir dari pemerintah kepada para korban AIDS
dan penyakit serius lainnya. Perusahaan itu mengklaim sedang bertindak
berdasarkan alasan kemanusiaan, suatu klaim yang sama dengan sebuah senyuman.
Tetapi mereka juga mempunyai sasaran strategis – isyarat kehendak baik itu
memperbaiki suatu citra yang sedang diserang oleh konsumen yang bertindak
sebagai kritikus. Dengan demikian mereka bisa melindungi informasi biaya karena
tidak menjual obat-obatan itu, namun bakal menghasilkan suatu lompatan dalam
pemasaran kalau obat-obatan itu disetujui untuk dipakai terus. Tujuan ini,
walau tidak membunuh, setara dengan pisau belati itu.
-
Mengorbankan
pohon plum demi pohon persik (Lǐ dài táo
jiāng)
Orang kadang-kadang harus melakukan sebagian pengorbanan demi
kemenangan yang menyeluruh. Ini dapat berarti kalah dalam suatu pertempuran demi
memenangkan peperangan atau memberikan suatu konsesi guna mencapai tujuan
utama. Pepatah Cina “melepaskan sebuah bidak guna menyelamatkan sebuah kereta
perang” mengungkapkan gagasan yang sama.
Pengorbanan kepentingan jangka pendek atau lokal secara sukarela
untuk memastikan keuntungan kangka panjang yang menyeluruh telah menjadi kunci
keberhasilan industri Jepang. Perbedaan antara pendekatan Jepang dan AS tampak
pada kasus semi kondusktor. Para pembuat chip AS, di bawah tekanan untuk
meminimalkan kerugian jangka pendek, memberhentikan para pekerja ketika
permintaan pasar untuk sebuah generasi chip merosot dan harus bergegas kembali
untuk memproduksi generasi berikutnya. Perusahaan Jepang mempertahankan para
pekerja dan maju terus ke produksi generasi berikutnya.
Mengorbankan buah plum demi buah persik juga berlaku pada usaha
mencari keseimbangan antara diversifikasi dan konsentrasi. Perusahaan yang
mengadakan diversifikasi guna menyebarkan risiko dapat menyebabkan kemampuan
mereka menjadi lemah. International Harvester mencoba bersaing secara serentak
dengan Ford dan General Motors dalam sektor kendaraan truk berat, dengan John
Deere dalam sektor mesin pertanian, dan dengan Caterpillar dalam peralatan
konstruksi. Sebagai pemain kedua atau ketiga pada masing-masing bidang ini,
perusahaan itu secara keseluruhan tidak bisa kuat.
-
Memanfaatkan peluang mencuri
kambing jantan (Shùn shǒu qiān yáng)
Siasat ini berarti mengambil keuntungan dari peluang selagi peluang
itu ada. Kesalahan terkecil di pihak musuh sekalipun hendaknya jangan luput
dari perhatian. Setiap kelalaian kecil pihak lain dapat diubah setidak-tidaknya
menjadi keuntungan kecil.
Mengambil kesempatan untuk mencuri seekor kambing jantan tidaklah
lumrah dalam aksi militer yang konvensional, tetapi siasat ini esensial bagi
perang gerilya. Angkatan perang kecil, dengan perlengkapan yang sederhana,
tidak boleh melepaskan begitu saja setiap kesempatan untuk menyusahkan musuh.
Mao Zedong menyatakan hal ini dalam sebuah formula yang ringkas dan tajam,
“ketika musuh maju, kita mundur; musuh berhenti kita, ganggu; musuh lelah, kita
serang; musuh mundur, kita kejar”.
Dalam lingkungan bisnis yang penuh persaingan, adalah penting untuk
waspada terhadap kesalahan dan kelalaian pihak lain. Jepang mengetahui hal ini
ketika mereka memasuki celah-celah yang ditinggalkan oleh para produsen AS di
bidang barang konsumen elektronik. Para wirausahawan yang cerdik telah mendapat
keuntungan besar dengan mengidentifikasi kebutuhan yang tidak disadari oleh
orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar