Manajemen Bisnis : 16 Strategi Zhuge Liang
(Sixteen
Strategies of Zhuge Liang)
Zhuge Liang adalah seorang ahli strategi Tiongkok yang terkenal pada jaman tiga kerajaan (Sam Kok). Ia adalah ahli strategi bagi Liu Bei. Ia mengikuti Liu Bei setelah Liu Bei dan kedua adik angkatnya membuat tiga kunjungan untuk menjemputnya menjadi ahli strategi negeri Shu. Terharu dengan keikhlasan dan kemurnian hati Liu Bei yang menangis kerana mengenangkan nasib rakyat di zaman peperangan itu, maka ia menghambakan diri kepada Liu Bei. Nasihat pertama yang diberikannya secara pribadi kepada Liu Bei adalah "Longzhong Plan", yaitu tentang pendirian tiga negara besar di tanah Tiongkok, yaitu Wei, Wu dan Shu. Nasihat pertama Zhuge Liang ini menjadi kenyataan setelah beberapa tahun membantu Liu Bei di dalam peperangan untuk menegakkan dinasti Han yang telah rapuh. Kebesarannya menyebabkan ia digelari salah satu dari 6 perdana menteri terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Berikut ini adalah strategi-strategi yang
dikemukakannya yang dapat diaplikasikan ke dalam dunia bisnis.
1. Memerintah Negara
Menjadi setepat
Bintang Utara.
Tahukah Anda
bahwa memerintah negara sama seperti mengurus keluarga? Anda harus memiliki dasar
yang benar. Sekali Anda benar, sisanya tidak akan salah. Dasar dari suatu keluarga adalah
kepala keluarga, dasar dari suatu negara adalah kepala negara. Dalam
memerintah negara, pemerintah sama seperti Bintang Utara, memimpin
jalan. Karena itu, kepemimpinan yang kuat dan stabil serta rencana yang matang
merupakan dasar bagi pertumbuhan suatu negara atau organisasi. Setiap negara
yang kuat dan makmur selalu memiliki penguasa yang bijak. Seperti Bintang Utara, posisinya harus tetap benar untuk memberikan
arah. Ia yang tak tentu arah, bodoh, dan pengecut, akan gagal dalam apa
pun yang dilakukannya. Sebenarnya, kepemimpinan yang baik dan mantap tak
dapat dipisahkan dalam suatu organisasi bisnis. Pemimpin harus sanggup menangkap
kesempatan yang muncul dan menyelesaikannya.
2. Hubungan antara Penguasa dan Bawahan
2. Hubungan antara Penguasa dan Bawahan
Jadikan rasa
hormat dan kesetiaan penghubung antara penguasa dan bawahannya. Penguasa harus
memperlakukan bawahan dengan baik. Bawahan harus melayani penguasa dengan setia. Penguasa harus memperlakukan bawahan dengan
adil. Bawahan harus melayani penguasa dengan patuh. Penguasa tidak
hanya memerintah bawahan, tapi juga menunjukkan perhatian, perlindungan
dan penghargaan. Seorang penguasa harus baik terhadap bawahan dan
menghormati perasaannya. Bawahan harus menganggap kesetiaan sebagaikebajikan.
Penguasa yang tidak mempercayai bawahan akan berakhir sendirian. Seorang
penguasa yang bekerja dengan dekat dan rajin bersama bawahan akan selalu
harmonis. Ini juga berlaku bagi seluruh eselon dari sebuah perusahaan.
3. Memperhatikan dan Mendengarkan
Menjadi pemimpin
yang menguasai situasi dengan baik. Seorang penguasa harus membuka lebar mata dan
telinga agar dapat menguasai situasi negara dengan baik. Anda tidak
dapat mengatakan berpandangan tajam jika tak bisa melihat kesulitan
bawahan. Anda tak bisa menyatakan berpendengaran tajam jika tak bias mendengar
rintihan bawahan.
4. Menerima Saran
Menerima ide
orang lain. Kata-kata manis tidak dalam tapi dangkal.
Seorang penguasa bijak harus bisa menerima saran, ide bahkan kritik dari orang lain. Seorang penguasa yang cakap harus mempunyai pegawai yang jujur
dan lurus di sampingnya. Seorang penguasa yang bodoh hanya memiliki bawahan yang penjilat di sekitarnya. Obat yang baik terasa pahit dan saran yang baik juga demikian. Sungguh terpuji seseorang yang berkedudukan tinggi seperti Kaisar / GM dapat menerima kritik pedas.
Seorang penguasa bijak harus bisa menerima saran, ide bahkan kritik dari orang lain. Seorang penguasa yang cakap harus mempunyai pegawai yang jujur
dan lurus di sampingnya. Seorang penguasa yang bodoh hanya memiliki bawahan yang penjilat di sekitarnya. Obat yang baik terasa pahit dan saran yang baik juga demikian. Sungguh terpuji seseorang yang berkedudukan tinggi seperti Kaisar / GM dapat menerima kritik pedas.
5. Memahami
Memahami masalah
sepenuhnya dan membuat batasan antara yang benar dan yang salah.Pejabat yang
setia dan yang jahat berbeda tapi sulit mengatakannya dari penampilan saja. Orang
akan salah jika hanya mendasarkan pada perkataan dan sikap luar saja.Seorang
penguasa harus berhati-hati saat memutuskan apakah benar atau salah.
6. Mengatur Orang
Didiklah rakyat
untuk memenangkannya.
Seorang penguasa
harus membiarkan bawahannya mengetahui tujuan dan rencananya
sehingga mereka memahami kebijakan pemerintah. Pemerintah harus pertama-tama
mendirikan seperangkat hukum yang jelas. Hukum harus diketahui sampai ke
seluruh negeri. Bila rakyat bersatu, mereka dapat memenangkan pertempuran.
Seorang pemimpin harus membuat rakyatnya mengerti dengan jelas kebijakan
dan tujuan pemerintah. Hanya dengan demikian ia mendapat dukungan dan pengertian rakyatnya.
sehingga mereka memahami kebijakan pemerintah. Pemerintah harus pertama-tama
mendirikan seperangkat hukum yang jelas. Hukum harus diketahui sampai ke
seluruh negeri. Bila rakyat bersatu, mereka dapat memenangkan pertempuran.
Seorang pemimpin harus membuat rakyatnya mengerti dengan jelas kebijakan
dan tujuan pemerintah. Hanya dengan demikian ia mendapat dukungan dan pengertian rakyatnya.
7. Pemilihan Orang
Carilah yang
berguna dan pekerjakan yang berbakat. Salah satu cara penting memerintah negara adalah
menempatkan orang yang mampu dan jujur pada posisi kunci untuk mengatasi penjilat
yang licik dan penjahat yang tamak.
Inti dari memelihara kesehatan adalah pengaturan nafas dan membangun energi
vital. Inti dari memerintah negara adalah mencari yang berguna dan mempekerjakan
yang cakap. Negara dengan pemimpin yang cakap adalah seperti rumah yang ditopang tiang-tiangnya.
Inti dari memelihara kesehatan adalah pengaturan nafas dan membangun energi
vital. Inti dari memerintah negara adalah mencari yang berguna dan mempekerjakan
yang cakap. Negara dengan pemimpin yang cakap adalah seperti rumah yang ditopang tiang-tiangnya.
8. Evaluasi Kinerja
Promosikan yang
berjasa dan pecat yang kurang mampu. Jika seorang penguasa ingin istananya bersih dari
korupsi dan negaranya kuat dan makmur, penting untuk mengevaluasi kinerja
bawahannya. Kriteria apa yang
dipakai dalam menaikkan pangkat atau memecat pejabat? Kriterianya adalah apakah
mereka dapat memberikan kontribusi bagi keberhasilan organisasi. Sangat
berbahaya jika dipengaruhi oleh perasaan dan kesukaan pribadi.
9. Administrasi Militer
Rencanakan
dengan baik dan menangkan dengan strategi yang benar. Memobilisasi tentara,
memulai peperangan dan membela negara merupakan masalah penting yang tak boleh
diputuskan tergesa-gesa.
10. Hadiah dan Hukuman
Berikanlah
hadiah dan hukuman untuk membentuk pemerintahan yang bersih dan efisien. Hadiah tak
tergantung pada kedudukan tapi jasa Anda. Hukuman harus dilaksanakan tanpa
pengecualian. Penguasa yang baik akan mendorong orang-orangnya mengemukakan
pendapat dengan memberikan hadiah dan hukuman. Hasilnya, orang-orangnya
dapat memberikan bantuan terbaik dalam usaha menyatukan negara.
11. Saat Emosi Jangan menuruti emosi.
Seorang penguasa
harus tetap bisa menguasai emosinya dan mengendalikan diri.
Seorang penguasa harus berwibawa dan tak cepat marah. Dia boleh menunjukkan
kemarahan tapi tidak kehilangan akal sehat. Ia boleh bergembira tapi tidak
berkelebihan. Ia juga tak boleh tenggelam dalam masalah pribadi dan melupakan
pemerintahan negara.
Seorang penguasa harus berwibawa dan tak cepat marah. Dia boleh menunjukkan
kemarahan tapi tidak kehilangan akal sehat. Ia boleh bergembira tapi tidak
berkelebihan. Ia juga tak boleh tenggelam dalam masalah pribadi dan melupakan
pemerintahan negara.
12. Mengendalikan Kekacauan
Berhati-hati
saat menghadapi situasi kacau.
> Apa yang
harus dilakukan saat pemerintahan sedang kacau?
Pertama, kurangi
jumlah staf dan kenakan disiplin ketat.
> Ok, segera
dilakukan.
Jika perbaikan
tidak dilaksanakan dengan benar atau terburu-buru,
akan terjadi kekacauan yang lebih besar. Reformasi harus dilaksanakan
dengan hati-hati sesuai dengan kondisi yang ada di negara dan keinginan rakyat.
13. Pendidikan dan Perintah
akan terjadi kekacauan yang lebih besar. Reformasi harus dilaksanakan
dengan hati-hati sesuai dengan kondisi yang ada di negara dan keinginan rakyat.
13. Pendidikan dan Perintah
Koreksi diri
sebelum mengeluarkan perintah. Seorang penguasa yang malas tapi keras terhadap
bawahan berarti menerapkan kebijakan yang buruk. Seorang penguasa yang tegas pada
dirinya sebelum mengeluarkan perintah kepada bawahan berarti mempraktikkan kebijakan
yang baik. Seorang penguasa yang tidak mempraktikkan apa yang dikatakannya
akan kesulitan menerapkan perintah. Bila perintah tak dilaksanakan akan
terjadi kekacauan.
Penting untuk
memberi contoh. Koreksi dirimu sebelum mengoreksi orang lain.
Ini adalah prinsip kepemimpinan yang sederhana dan efektif tapi sering
dilupakan.
14. Menghadapi Kesulitan
Ini adalah prinsip kepemimpinan yang sederhana dan efektif tapi sering
dilupakan.
14. Menghadapi Kesulitan
Bertindak tepat
mengatasi masalah sebelum berkembang. Negara harus punya hukum seperti keluarga
mempunyai peraturan. Hukum dan peraturan harus dipatuhi sejak dibuat. Jika melakukan
tindakan yang benar sejak awal, tidak akan mengalami begitu
banyak kerugian / kesulitan.
banyak kerugian / kesulitan.
15. Melihat ke Depan
Berpandangan
jauh ke depan dan membuat rencana dengan teliti. Seorang penguasa yang
berpandangan pendek atau tidak membuat rencana dengan teliti akan penuh
kecemasan.
16. Pengamatan
16. Pengamatan
Membuat komitmen
untuk sukses. Anda tak perlu pergi ke sungai untuk mandi bila Anda dapat mencuci
kotoran di tubuh Anda sendiri.
Anda tak perlu kuda unggulan selama ia dapat berlari cepat. Seorang penguasa
harus menempatkan orang yang berbakat sehingga mereka dapat melakukan yang terbaik
demi negaranya, tidak peduli status ekonomi dll. Orang yang berbeda
memiliki pengalaman dan kemampuan yang berbeda pula. Pemimpin yang pintar
harus mempergunakan sepenuhnya bakat berbagai orang tersebut untuk mengatasi
kesulitan. Kelihatannya setiap
orang memiliki kesempatan untuk berhasil. Kita tak boleh menyerah begitu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar