Siasat ketika berposisi unggul (Winning Stratagems)
Siasat ini merupakan siasat yang paling bersifat terang-terangan dan
karena itu paling mudah ditebak. Supaya berhasil kita harus sering berada pada
posisi yang lebih kuat ketika memulainya. Pada umumnya, siasat ini bersandar
pada asumsi kekuatan superior.
-
Menipu langit menyeberangi
lautan (Mán tiān guò hǎi)
Siasat ini berhasil karena orang menyangka rahasia akan
disembunyikan. Adalah masuk akal untuk beranggapan bahwa rencana semacam itu
pasti disusun dan dijalankan secara diam-diam. Orang akan cenderung mengabaikan
aktivitas terbuka yang menyembunyikan rencana dasar.
Semakin lazim suatu aktivitas, semakin kurang menarik perhatian.
Orang akan terbiasa dengan hal yang umum terjadi. Hitler menggunakan siasat ini
dalam penyerbuan ke Perancis semasa Perang Dunia II. Dengan sengaja ia
membocorkan informasi mengenai invasi yang akan segera terjadi sebanyak dua
puluh sembilan kali sampai intelijen Inggris dan Perancis tidak lagi menganggap
serius informasi itu, sehingga Perancis menjadi tidak siap terhadap serangan kilat
yang sesungguhnya.
Siasat ini muncul dalam bisnis manakala perusahaan atau para
eksekutif mencapai sesuatu dengan mangarahkan orang agar mengira mereka akan
bertindak menurut cara yang dapat diramalkan dan kemudian melakukan sesuatu
yang tidak terduga.
-
Menyerbu Wei untuk
menyelamatkan Zhao (Wéi Wèi jiù Zhào)
Menyergap musuh yang kuat dan kohesif secara frontal adalah
mengundang bencana. Mao Zedong sering mempraktekan strategi ini dalam perang di
Negara Cina. Ketika tentara Chiang Kai-shek maju menuju daerah komunis, Mao mengirimkan
pasukan ke tempat yang paling tidak diduga, jauh ke dalam wilayah yang
dikontrol Kuomintang.
Suatu perusahaan yang ingin membuka jalan masuk ke dalam industri
yang didominasi perusahaan raksasa mungkin menyadari bahwa menyerbu Wei
menyelamatkan Zhao akan lebih baik ketimbang menantang secara langsung. Mencoba
bersaing dengan IBM untuk pasar komputer pribadi merupakan tindakan bunuh diri,
tetapi orang dapat menghindari konfrontasi langsung dengan menciptakan satu
peluang khusus, sebagaimana telah dilakukan oleh Sun Microsystem di bidang
workstation dengan menjadi produsen utama workstation yang dikitari oleh mini
komputer.
-
Membunuh dengan pisau
pinjaman (Jiè dāo shā rén)
Bila kita dapat menyakinkan orang untuk melakukan pekerjaan yang
sulit, maka kita dapat menghindari banyak kesulitan. Meminjam pisau untuk
membunuh berarti memanfaatkan sumber daya orang lain untuk keuntungan sendiri.
Di dunia bisnis hal ini dapat berupa leverage buy out (LBO), yaitu
akuisisi perusahaan dengan hutang dan kemudian menggunakan arus kas perusahaan
yang diakuisisi sebagai dana untuk membayar hutang tersebut.
-
Santai ketika musuh
menghabiskan tenaga (Yǐ yì dài láo)
Walau istirahat dapat memberi kesan lemah dan lelah, dalam
kenyataannya memberi peluang untuk mengkonsolidasi kekuatan. Praktisi bisnis
yang memanfaatkan siasat relaks sementara musuh menghabiskan tenaganya adalah
pengakuisisi perusahaan bernama Sir James Goldsmith. Pada tahun 1985 ia
berkeinginan untuk melakukan hostile take over perusahaan kertas Crown
Zellerbach. Para eksekutif perusahaan tersebut mengingat caranya dalam
mengambil alih. Pada hari Jumat atau menjelang hari libur, James datang dengan
sebuah proposal baru yang harus dihadapi, kemudian dia akan pergi dengan Yacht
meninggalkan manajemen puncak bergulat dengan hal ini selama seminggu, tanpa
satu hari libur pun dan James akan kembali dengan kulit coklat kemerah-merahan
serta relaks, sedangkan manajemen puncak perusahaan yang akan diakuisisi telah
kecapaian dan pucat. Akhirnya strategi James tersebut berhasil dan memperoleh
kendali mayoritas atas Zellerbach dan segera menjual divisi terbesarnya kepada
James River Corporation milik James.
Perusahaan besar yang relaks dan membiarkan perusahaan wirausaha
kecil melakukan inovasi spekulatif dengan potensi pasar yang tidak jelas juga
sedang menggunakan siasat relaks sementara musuh sedang menghabiskan tenaganya.
Perusahaan kecil biasanya menyerap banyak risiko dari inovasi komersial yang
dini. Hanya sesudah kelayakan suatu proyek tampak meyakinkan barulah perusahaan
besar dengan sumber daya yang unggul bergerak masuk dengan akuisisi atau dengan
memasuki pasar secara langsung.
-
Menjarah rumah yang sedang
terbakar (Chèn huǒ dǎ jié)
Siasat ini berdasarkan asumsi bahwa musuh yang tenggelam dalam
masalah lebih mudah ditaklukan ketimbang musuh yang tidak mengalami gangguan
semacam ini. Siasat ini menganjurkan pemanfaatan sepenuhnya kemalangan lawan
dan bahkan memperbanyak gangguan yang akan menguras tenaganya dan mengalihkan
sumber daya yang berpotensi diarahkan untuk melawan kita.
-
Berpura-pura menyerang ke
Timur padahal menyerang ke Barat (Shēng dōng jí xī)
Strategi ini apabila digunakan oleh pihak yang tidak terlalu pandai
akan dapat diungkap sebelumnya oleh musuh. Strategi ini paling sering digunakan
oleh para olahragawan. Para pemain basket berpura-pura mengoper bola, para
petinju berpura-puran meninju, dan para pemain baseball yang bermaksud memukul
bola dengan ringan sehingga mendarat dekat pangkalannya mengambil sikap berdiri
yang kuat sehingga lawan-lawan mereka susah menduganya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar