Minggu, 06 Oktober 2013

Siasat ketika berposisi unggul (Winning Stratagems)


Siasat ketika berposisi unggul (Winning Stratagems)
Siasat ini merupakan siasat yang paling bersifat terang-terangan dan karena itu paling mudah ditebak. Supaya berhasil kita harus sering berada pada posisi yang lebih kuat ketika memulainya. Pada umumnya, siasat ini bersandar pada asumsi kekuatan superior.

-       Menipu langit menyeberangi lautan (Mán tiān guò hǎi)
Siasat ini berhasil karena orang menyangka rahasia akan disembunyikan. Adalah masuk akal untuk beranggapan bahwa rencana semacam itu pasti disusun dan dijalankan secara diam-diam. Orang akan cenderung mengabaikan aktivitas terbuka yang menyembunyikan rencana dasar.
Semakin lazim suatu aktivitas, semakin kurang menarik perhatian. Orang akan terbiasa dengan hal yang umum terjadi. Hitler menggunakan siasat ini dalam penyerbuan ke Perancis semasa Perang Dunia II. Dengan sengaja ia membocorkan informasi mengenai invasi yang akan segera terjadi sebanyak dua puluh sembilan kali sampai intelijen Inggris dan Perancis tidak lagi menganggap serius informasi itu, sehingga Perancis menjadi tidak siap terhadap serangan kilat yang sesungguhnya.
Siasat ini muncul dalam bisnis manakala perusahaan atau para eksekutif mencapai sesuatu dengan mangarahkan orang agar mengira mereka akan bertindak menurut cara yang dapat diramalkan dan kemudian melakukan sesuatu yang tidak terduga.

-       Menyerbu Wei untuk menyelamatkan Zhao (Wéi Wèi jiù Zhào)
Menyergap musuh yang kuat dan kohesif secara frontal adalah mengundang bencana. Mao Zedong sering mempraktekan strategi ini dalam perang di Negara Cina. Ketika tentara Chiang Kai-shek maju  menuju daerah komunis, Mao mengirimkan pasukan ke tempat yang paling tidak diduga, jauh ke dalam wilayah yang dikontrol Kuomintang.
Suatu perusahaan yang ingin membuka jalan masuk ke dalam industri yang didominasi perusahaan raksasa mungkin menyadari bahwa menyerbu Wei menyelamatkan Zhao akan lebih baik ketimbang menantang secara langsung. Mencoba bersaing dengan IBM untuk pasar komputer pribadi merupakan tindakan bunuh diri, tetapi orang dapat menghindari konfrontasi langsung dengan menciptakan satu peluang khusus, sebagaimana telah dilakukan oleh Sun Microsystem di bidang workstation dengan menjadi produsen utama workstation yang dikitari oleh mini komputer.

-       Membunuh dengan pisau pinjaman (Jiè dāo shā rén)
Bila kita dapat menyakinkan orang untuk melakukan pekerjaan yang sulit, maka kita dapat menghindari banyak kesulitan. Meminjam pisau untuk membunuh berarti memanfaatkan sumber daya orang lain untuk keuntungan sendiri.
Di dunia bisnis hal ini dapat berupa leverage buy out (LBO), yaitu akuisisi perusahaan dengan hutang dan kemudian menggunakan arus kas perusahaan yang diakuisisi sebagai dana untuk membayar hutang tersebut.

-       Santai ketika musuh menghabiskan tenaga (Yǐ yì dài láo)

Walau istirahat dapat memberi kesan lemah dan lelah, dalam kenyataannya memberi peluang untuk mengkonsolidasi kekuatan. Praktisi bisnis yang memanfaatkan siasat relaks sementara musuh menghabiskan tenaganya adalah pengakuisisi perusahaan bernama Sir James Goldsmith. Pada tahun 1985 ia berkeinginan untuk melakukan hostile take over perusahaan kertas Crown Zellerbach. Para eksekutif perusahaan tersebut mengingat caranya dalam mengambil alih. Pada hari Jumat atau menjelang hari libur, James datang dengan sebuah proposal baru yang harus dihadapi, kemudian dia akan pergi dengan Yacht meninggalkan manajemen puncak bergulat dengan hal ini selama seminggu, tanpa satu hari libur pun dan James akan kembali dengan kulit coklat kemerah-merahan serta relaks, sedangkan manajemen puncak perusahaan yang akan diakuisisi telah kecapaian dan pucat. Akhirnya strategi James tersebut berhasil dan memperoleh kendali mayoritas atas Zellerbach dan segera menjual divisi terbesarnya kepada James River Corporation milik James.
Perusahaan besar yang relaks dan membiarkan perusahaan wirausaha kecil melakukan inovasi spekulatif dengan potensi pasar yang tidak jelas juga sedang menggunakan siasat relaks sementara musuh sedang menghabiskan tenaganya. Perusahaan kecil biasanya menyerap banyak risiko dari inovasi komersial yang dini. Hanya sesudah kelayakan suatu proyek tampak meyakinkan barulah perusahaan besar dengan sumber daya yang unggul bergerak masuk dengan akuisisi atau dengan memasuki pasar secara langsung.

-       Menjarah rumah yang sedang terbakar (Chèn huǒ dǎ jié)
Siasat ini berdasarkan asumsi bahwa musuh yang tenggelam dalam masalah lebih mudah ditaklukan ketimbang musuh yang tidak mengalami gangguan semacam ini. Siasat ini menganjurkan pemanfaatan sepenuhnya kemalangan lawan dan bahkan memperbanyak gangguan yang akan menguras tenaganya dan mengalihkan sumber daya yang berpotensi diarahkan untuk melawan kita.

-       Berpura-pura menyerang ke Timur padahal menyerang ke Barat (Shēng dōng jí xī)
Strategi ini apabila digunakan oleh pihak yang tidak terlalu pandai akan dapat diungkap sebelumnya oleh musuh. Strategi ini paling sering digunakan oleh para olahragawan. Para pemain basket berpura-pura mengoper bola, para petinju berpura-puran meninju, dan para pemain baseball yang bermaksud memukul bola dengan ringan sehingga mendarat dekat pangkalannya mengambil sikap berdiri yang kuat sehingga lawan-lawan mereka susah menduganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar