Pentingnya Rasa Memiliki (Sense of Belonging) Dalam Bekerja
Oleh
: Robiyanto
Rasa
memiliki (sense of belonging)
merupakan ekspresi jiwa yang penting dalam kehidupan seseorang. Rasa memiliki
juga akan memiliki dampak yang nyata terlihat secara signifikan di dalam
perilaku seseorang. Seseorang yang memiliki rasa memiliki akan bertindak
peduli, terikat, memiliki empati, termotivasi bahkan mampu memberdayakan
dirinya sendiri meskipun tidak ada stimulan.
Contoh
konkret rasa memiliki di dalam kehidupan adalah ketika seseorang merasa
memiliki rumah, maka dia akan senantiasa menjaga dan membersihkan rumah
tersebut terlebih rumah tersebut adalah tempat bernaungnya. Ketika seseorang
memiliki anak, maka dia akan berupaya memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
Bahkan ketika seseorang memelihara binatang peliharaan seperti burung ataupun
kucing, dia akan menjaga agar binatang peliharaannya tidak mati kelaparan dan
dapat selalu sehat.
Sayangnya
rasa memiliki ini cenderung tidak terlihat di dalam dunia kerja. Cukup banyak
dari kita yang memandang pekerjaan sebagai beban dan tempat bekerja hanya
sebagai pihak yang memasok gaji untuk melangsungkan kehidupan kita. Ironisnya
rasa memiliki ini hampir luntur (bahasa halus dari nyaris tidak ada) di dalam perusahaan.
Kita seringkali menyepelekan hal-hal kecil yang jika digabung secara
keseluruhan berpotensi merugikan perusahaan tempat kita bekerja dan mencari
nafkah ini.
Acapkali kita melakukan pemborosan yang tidak
disengaja yang terjadi karena sikap ketidakpedulian yang merupakan buah dari
tidak adanya rasa memiliki. Lupa mematikan air di kamar kecil, lupa mematikan
pendingin udara ketika tidak ada orang bahkan lupa menutup valve secara rapat,
lupa memeriksa apakah suku cadang yang digunakan untuk sarana produksi masih
ada atau tidak dan yang lebih parah adalah lupa melayani pelanggan dengan baik serta
tidak jujur dengan menyembunyikan fakta akan berdampak sangat besar bagi
perusahaan tempat kita mencari nafkah. Pernahkah kita menghitung potensi
pemborosan akibat hal ini. Sebagai ilustrasi pemborosan yang terjadi akibat
lupa menutup kran air di kamar kecil adalah sebagai berikut : misalnya jumlah
air yang dibuang selama satu jam adalah sekitar 10 meter kubik, maka selama
sehari jam kerja jumlah air yang dibuang adalah sebesar 80 meter kubik untuk
satu keran selama sehari atau sebesar 2000 meter kubik untuk 25 hari kerja
dalam sebulan. Masalahnya adalah satu cabang bisa memiliki beberapa keran yang
lupa untuk ditutup. Misalnya suatu cabang pabrik bisa memiliki lebih dari 10
kran air. Maka jumlah air yang terbuang di cabang tersebut adalah sebanyak
20.000 meter kubik sebulan. Jika tingkat kelupaan/tingkat ketidakpedulian
adalah sekitar 30% maka potensi air yang terbuang selama sebulan adalah 20.000
meter kubik kali 30% = 6.000 meter kubik. Sehingga pemborosan yang terjadi
akibat tingkat kelupaan/ketidakpedulian sebesar 30% ini adalah Rp. 6.000.000
sebulan untuk satu cabang dengan asumsi harga air adalah Rp. 1.000 per meter
kubik. Bagaimana jumlah potensi kerugian yang dialami oleh perusahaan yang
memiliki banyak cabang jika karyawan pada semua cabang tidak memiliki
kepedulian akibat kurangnya rasa memiliki. Ilustrasi di atas hanya untuk air
saja yang merupakan hal yang kecil di dalam perusahaan. Belum untuk kerugian
akibat pemborosan listrik karena lupa mematikan pendingin udara, komputer,
bahkan lampu.
Kerugian
perusahaan merupakan kerugian bagi kita semua dari golongan rendah hingga
golongan puncak, karena perusahaan adalah ibarat ladang yang harus kita garap
dengan baik dan benar akan dapat menghasilkan sesuai harapan kita. Kemajuan
perusahaan akan berdampak baik bagi kita semua selaku karyawan, demikian pula
kemunduran perusahaan akan berdampak buruk bagi kita. Oleh sebab itu sudah
sepatutnya kita peduli dan mengembangkan rasa memiliki terhadap perusahaan yang
menjadi ladang garapan kita. Ladang yang digarap dengan rasa syukur, rasa
memiliki dan rasa cinta akan memberikan hasil yang memadai bagi penggarapnya,
demikian pula dengan pekerjaan yang dilakukan dengan kerelaan dan rasa cinta.
Singkatnya sikap memiliki terhadap perusahaan akan memberikan hasil yang
positif bagi kita yang bekerja di dalamnya.
Boleh tanya teori sense of belongingnya dari mana ya?
BalasHapusartikelnya bagus tapi boleh saya tanya referensi sense of belongingnya dari mana pak ?
BalasHapus